Ayoo...berwisata ke Pakpak Bharat..., Negeri seribu Air Terjun di Atas Awan

Monday, 20 February 2017

SIBASO

Sibaso adalah paranormal yang dapat meramal/menerawang dan memperkirakan kejadian-kejadian yang akan datang dan berguna untuk menentukan waktu yang baik atau buruk untuk melaksanakan suatu kegiatan, terutama yang berkaitan dengan hal-hal bercocok tanam di ladang, seperti memperkirakan waktu yang tepat untuk membuka perladangan, mulai menanam, jenis tumbuhan yang akan di tanam, tempat yang cocok untuk bercocok tanam, dll. Selain meramal/menerawang tentang bercocok tanam sibaso juga dapat sebagai penyembuh dan dapat mengobati apabila ada warga yang terganggu kesehatannya.
Dalam kepercayaan suku pakpak, dahulu Sibaso bertugas untuk membantu seorang Pertaki dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggungjawabnya dalam menjalankan pemerintahan di sebuah lebuh.
Sibaso sedang melakukan ritual dalam acara menanda tahun si sada rube di Simenoto


Seiring perkembangan jaman peran sibaso dalam membantu menjalankan pemerintahan sudah mulai berkurang, namun sibaso tetap berperan dalam ritual adat Pakpak  yang masih tetap dilaksanakan seperti dalam acara ritual adat menada tahun. Dalam acara ritual adat menanda tahun sibaso akan bertugas untuk meramal/menerawang kejadian-kejadian yang akan datang yang berkaitan dengan pertanian. Seperti kapan waktu yang tepat untuk memulai membuka lahan, jenis pertanian apa yang cocok untuk dikembangkan dan tempat mana yang paling cocok untuk ditanami. Hasil dari ramalan/terawangan si baso ini akan berlaku untuk satu tahun ke depan dan berlaku pada ulayat tanah yang melakukan upacara adat menanda tahun. 

Sunday, 19 February 2017

PAKA LIMA DAN PENGULU BALANG

Pakalima adalah orang yang bertugas membantu Pertaki untuk menjaga keamanan dan ketertipan warga dalam sebuah lebbuh. Dalam budaya dan tradisi Suku Pakpak, Pakalima sering juga disebut Pengulu balang. Oleh karena itu seorang Pakalima atau Pengulu balang harus memiliki kesaktian dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk gaib. Konon menurut beberapa informan, kekuatan Pakalima atau pengulu balang selalu dibantu oleh Pengulu balang (Makhluk gaib). Dalam hal gaib Pakalima memiliki persamaan dengan guru sibaso, namun berbeda peran antara Pakalima dan Guru sibaso.


Seperti apa perawakan Pengulu balang yang mendampingi Pakalima?, dahulu digambarkan dalam sebuah ukiran batu, yang disebut mejan, yakni sosok seorang manusia diukir dari batu padas dan diyakini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan luar biasa. Kekuatannya bagaikan gemuruh angin topan jika menghalau atau menyerang musuh-musuhnya untuk melindungi warga lebbuh. 

Thursday, 16 February 2017

Nditak

Nditak merupakan salah satu jenis kuliner khas pakpak dan terdiri dari dua jenis yaitu Nditak gabur dan Nditak i kupul. Makanan ini biasa disajikan sebagai makanan ringan pada acara-acara tertentu seperti panen padi yang dalam bahasa pakpak disebut mengerrik, Merencanakan pesta pernikahan (muat nakan peradupen), memasuki rumah baru, dll.
Dalam pelaksanaan pesta adat, Nditak juga sering dibuat sebagai salah satu pelengkap haliu (seserahan pada upacara adat Pakpak).

Cara membuat Nditak i kupul sangat mudah dan bahan-bahan yang dibutuhkan juga relatif murah dan mudah didapat.
Bahan yang digunakan yaitu  Beras ditumbuk halus dan diayak, lalu dicampur dengan gula merah serta kelapa yang telah parut. Lalu canpuran bahan tersebut di kepal-kepal dengan tangan yang dalam bahasa Pakpak disebut ikupul. Setelah semua bahan selesai ikupul, pembuatan nditak telah selesai dan siap untuk disantap. Tetapi setelah nditak ikupul bisa juga dikukus agar lebih awet dan tahan lama. 

Wednesday, 15 February 2017

Memerre Nakan Pagit

Nakan Pagit merupakan salah satu makanan yang hanya diperuntukkan bagi perempuan yang sedang hamil dan biasa diberikan kepada perempuan yang sedang hamil pada usia kandungan 3 sampai 7 bulan. Pemberian nakan pagit ini juga biasa diberikan oleh Ibu si perempuan dan diberikan pada pagi hari menjelang siang. Nakan pagit sering juga disebut dengan Nakan Merasa.
Pemberian Nakan Pagit atau Nakan Merasa merupakan salah satu kearifan lokal suku Pakpak yang perlu dilestarikan karana bersifat positif dan dapat memberikan motifasi kepada orang yang diberikan.
Pemberian nakan pagit atau nakan merasa bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada perempuan yang sedang hamil agar memiliki kekuatan bathin dan ketahan tubuh sehingga terhindar dari segala macam penyakit dan kuat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari hingga tiba masa persalinan.
Cara membuat Nakan Pagit atau nakan merasa tersebut juga tidak terlalu rumit dan bahan-bahan yang dibutuhkan juga relatif murah dan mudah didapat.
Bahan yang digunakan yaitu  berupa beras yang dicampur dengan bungke (buah dari tumbuhan yang rasanya pahit menyerupai Cempokak), singgaren (tumbuhan yang wangi), Cempokak (rimbang), dan terong. Semua bahan tersebut dicampur lalu dimasak bersama sampai matang.

Sunday, 12 February 2017

PUNCAK DELLENG SINDEKA

Puncak Sindeka
Puncak Delleng Sindeka merupakan Kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat. Namun karena lokasinya yang strategis dan berada di puncak dengan suasana alam yang indah dan sejuk, Sindeka saat ini telah di benahi agar bisa dimanfaatkan masyaraat sebagai lokasi rekreasi.


Terlihat dibeberapa titik kawasan sindeka telah dibangun fasilitas-fasilitas umum seperti taman, lokasi parkir, gapura dll. Puncak Sindeka berada pada 1000 M DPL dan berada di punggung Gunung "Delleng" Serahsah. Karena lokasinya berada tepat di sekitaran Ibukota Pakpak Bharat, sehingga lokasi ini mudah di jangkau baik dengan kenderaan roda dua maupun kenderaan roda empat.
Dikawasan Sindeka ini kita berekreasi bersama keluarga sambil menikmati sejuknya angin dan memandang ke segala penjuru. Bila memandang kedepan kita akan bisa melihat bentangan delleng Siranggas, Delleng Raja sampai Bentangan Bukit Barisan.

Kota Salak dan Bentangan  Bukit Barisan
Mata kita juga tidak akan bosan memandang karena kita bisa melihat sampai Kecupak ibukota Kec. PGGS dan Jambu Rea sebagai Ibukota kecamatan Siempat Rube.
Delleng Siranggas dan Kec. PGGS


MENANDA TAHUN SISADA RUBE SI ENEM LEBBUH SITELLU DESA TAHUN 2017

Pelaksanaan Menanda Tahun Sisada Rube Si Enem Lebbuh Sitellu Desa (Desa Kecupak I, Desa Kecupak II dan Desa Simerpara) Tahun 2017 dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 11 Pebruari 2017 bertempat di Delleng Simenoto, yang bertindak sebagai Juru Kunci (Sibaso) adalah Tema Manik.
Pelaksanaan Menanda Tahun Kali ini lebih meriah dari tahun tahun sebelumnya karena pelaksanaan menanda tahun kali ini juga digabungkan dengan peresmian bale-bale menanda tahun yang telah dibangunan oleh Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Pakpak Bharat. Pelaksanaan menanda tahun ini juga lebih meriah karena mengundang Bupati Pakpak Bharat untuk meresmikan bale-bale menanda tahun tersebut.
Dari hasil penerawangan yang dilakukan oleh Sibaso untuk satu tahun kedepan sangat cocok mengembangkan pertanian padi khusunya padi merah, dan sebelum memulai disankan agar memakan makanan yanh diinginkan"mangan solomonna be".


Penerangan dari Sibaso ini akan berhasil pada pelaksanaanya apabila kita sebagai umat beragama selalu berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa sesuai dengan Agama kita masing-masing dan tentunya selalu berusaha dan tidak hanya terpaku pada ramalan semata.
Dengan dibangunnya Bale-bale menanda tahun  di kawasan Delleng Simenoto oleh pemerintah diharapkan pelaksanaan menada tahun Sisada Rube Si Enem Lebbuh Sitellu Desa (Desa Kecupak I, Desa Kecupak II dan Desa Simerpara) semakin meningkat setiap tahunnya.
Kepada Dinas pariwisata kabupaten Pakpak Bharat diharapkan dapat menjadikan  Menanda Tahun Sisada Rube Si Enem Lebbuh Sitellu Desa ini sebagai salah satu Event tahunan yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan luar Pakpak Bharat.

Tuesday, 7 February 2017

"MOCCAK" Salah satu Seni Bela Diri Suku Pakpak


 Moccak merupakan salah satu jenis seni bela diri Khas suku Pakpak. Moccak terbagi menjadi beberapa yaitu Tatak Moccak dan Moccak untuk beladiri/bertarung.
Tatak moccak biasa digunakan sebagai hiburan pada acara-acara tertentu dan masih sering digunakan sampai saat ini, biasanya tatak moccak ini diiringi oleh musik khas pakpak yaitu genderang.
Moccak untuk beladiri/bertarung digunakan untuk bertarung atau membela diri dari serangan lawan. Bela diri Moccak ini menggunakan kecepatan, kekuatan, kelincahan dan juga mengandung ilmu tenaga dalam. sebab itu  moccak ini tidak sembarang orang yang boleh mempelajarinya karana bisa disalah gunakan dan untuk mempelajarinya juga harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh guru seperti harus berpuasa, bertapa dll.
 Tidak diketahui siapa orang pertama yang mengajarkan dan menyebarkan bela diri moccak ini. Namun diperkirakan seni bela diri Moccak ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Namun dilihat dari perkembangannya terkesan kurang diminati oleh kalangan generasi muda. Namun sampai saat ini masih ada beberapa perguruan/sanggar bela diri yang masih eksis seperti sanggar beladiri moccak binaan SMK Negeri Pergetteng-getteng sengkut.